A+ R A-

Cegah Tingginya Golput, KPU DKI Perlu Kerja Keras Featured

Rate this item
(0 votes)
JAKARTA, TintaMerahNews.Com, - Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta akan digelar pada 11 Juli 2012, namun ternyata masyarakat DKI yang mengetahui pesta demokrasi lima tahunan itu baru 42 persen. Artinya perlu kerja keras KPU DKI untuk sosialisasi pemilukada DKI Jakarta mencegah tingginya golput.
“Pemilu kurang dari 5 bulan lagi, tapi lebih dari separuh warga DKI Jakarta tidak mengetahui bakal ada Pemilukada. Artinya, KPU DKI kurang maksimal dalam melakukan sosialisasi,” kata Ketua  Puskaptis Husin Yazid, di Jakarta, kemarin.

Menanggapi hasil itu, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Juri Ardiantoro menyatakan justru pihaknya merasa senang dengan hasil survei tersebut. Sebab, Pemilukada DKI baru saja memasuki tahapan resmi selama satu bulan. “Nah baru satu bulan tahapan berjalan sudah sudah 42 persen. Artinya bagus, nanti pas hari pemungutan suara sudah 100 persen,” tukas Juri Ardiantoro.

Anggota KPU DKI lainya, Aminullah lebih tegas lagi bahwa dalam waktu sebulan kedepan pengetahuan masyarakat tentang Pemilukada sudah mendekati 100 persen. “Pada bulan Maret pasti prosentasi pengetahuan masyarakat langsung berubah setelah KPU melakukan pemutahiran data pemilih, papar Amin.

Lebih lanjut Amin menjelaskan, pada saat pemutakhiran PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) akan mendatangi rumah-rumah warga satu persatu.  “Jadi petugas melakukan door to door ke rumah-rumah seluruh warga di DKI Jakarta untuk mendata. Itu adalah sosialisasi paling ampuh. Maka saya yakin, pada Maret kalau di survei lagi pengetahuan warga tentang adanya pemilukada bakal meningkat 100 persen,” tegasnya.

Selain itu, kata Amin , saat ini KPU DKI telah meningkatkan frekuwensi sosialisasi Pemilukada. Sebelum tahapan resmi, KPU DKI telah melakukan sosialiasi ke berbagai kelompok masyarakat melaui forum-forum diskusi.
“Sebelumnya, kami sudah melakukan sosialiasi ke berbagai kelompok, seperti pelajar  atau pemilih pemula, mahasiswa, organisasi perempuan dan lain-lain, namun dengan media yang terbatas,” katanya.

Sedangkan pada Feberuari hingga Maret sosialisasi dimulai dengan menggunakan banyak saluran media. “Jadi kami bisa memastikan dalam satu bulan ke depan pengetahuan masyarakat tentang pemilukada sudah mencapai 100 persen, meski tetap masih akan ada masyarakat yang apatis,” pungkas Amin.

|SUG

12 comments

Leave a comment

Banner

1