A+ R A-

Potensi Korupsi dalam Pilkada Sangat Besar Featured

Rate this item
(0 votes)
JAKARTA, TintaMerahNews.Com, - Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan menjelaskan potensi korupsi dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) sangat besar. Apalagi para incumben yang ingin kembali mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Menurut Ade, potensi korupsi berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digunakan dalam kampanye pemenangan. "Potensi korupsi di pemilukada sangat besar justru dari beberapa daerah yang kami teliti justru APBN dan APBD ini menjadi modal pemenangan bagi kandidat terutama incumben," ungkap Ade saat ditemui di acara pemaparan korupsi hasil penelitian ICW di beberapa daerah dalam pemilukada di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (2/2).

Lebih lanjut Ade menjelaskan, justru dari model penganggaran seperti sekarang ini sangat mudah mengambil dana demi kepentingan sang calon. "Contoh yang paling sederhana itu adalah dana hibah dan bantuan sosial ya, ini di banyak daerah itu biasanya menjelang pemilukada jumlahnya naik beberapa kali lipat untuk modal pemenangan," tutur Ade.

"Belum lagi anggaran-anggaran di SKPD misalnya penelitian kami di Pandeglang, jadi setahun sebelum pilkada anggaran SKPD diarahkan untuk kepentingan Bupati untuk mencalonkan kembali," tambah Ade.

Namun, menurut Ade kalau dalam konteks orang lain yang akan mencalonkan dan posisinya dekat dengan pemerintah daerah maka dana itu untuk kepentingan pemenangan. "Jadi potensi korupsinya cukup besar,” katanya.
|NANG

2 comments

Leave a comment

Banner

1